Skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang umum ditemukan pada masa anak dan remaja, terutama selama periode pertumbuhan cepat. Faktor kebiasaan postur tubuh yang buruk serta berat tas sekolah yang berlebihan sering dikaitkan dengan gangguan muskuloskeletal dan meningkatnya risiko skoliosis fungsional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebiasaan postur dan berat tas sekolah terhadap risiko terjadinya skoliosis pada anak dan remaja berdasarkan telaah terhadap 10 artikel jurnal ilmiah, yang terdiri atas 5 jurnal internasional dan 5 jurnal nasional Indonesia, yang diterbitkan dalam rentang waktu 2020–2025. Kajian ini juga menekankan pentingnya peran lingkungan sekolah dan keluarga dalam membentuk kebiasaan postur tubuh yang sehat sejak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan tas sekolah dengan beban melebihi 10–15% dari berat badan serta kebiasaan postur yang tidak ergonomis berkorelasi dengan meningkatnya keluhan nyeri punggung, bahu yang tidak seimbang, dan perubahan kurva tulang belakang. Namun demikian, bukti kausal langsung terhadap munculnya skoliosis idiopatik masih terbatas. Oleh karena itu, upaya edukasi postur yang berkelanjutan, pembatasan berat tas sekolah, serta pelaksanaan skrining dini skoliosis sangat direkomendasikan untuk diterapkan secara sistematis di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026