Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh siswa remaja, terutama pada masa sekolah menengah. Kondisi ini banyak dipicu oleh kebiasaan duduk dalam waktu lama selama proses belajar di sekolah maupun saat mengerjakan tugas di rumah. Posisi duduk yang statis dan kurang ergonomis dapat menyebabkan ketegangan otot, gangguan postur tubuh, serta penurunan fungsionalitas punggung bawah, sehingga menghambat kemampuan siswa dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dengan tingkat fungsionalitas punggung bawah pada siswa remaja di SMAN 10 Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 292 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner durasi duduk harian serta instrumen Oswestry Disability Index (ODI) untuk menilai tingkat fungsionalitas punggung bawah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama duduk dan tingkat fungsionalitas punggung bawah (p < 0,05). Siswa yang memiliki durasi duduk lebih dari 8 jam per hari cenderung mengalami penurunan fungsionalitas punggung bawah yang lebih besar dibandingkan dengan siswa yang duduk kurang dari 8 jam per hari.
Copyrights © 2026