Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan Global Reporting Initiative (GRI) Standards 100 dan 300 dalam laporan keberlanjutan pada perusahaan sektor konstruksi dan energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis konten (content analysis) terhadap laporan keberlanjutan sembilan perusahaan sampel. Analisis dilakukan dengan membandingkan pengungkapan perusahaan terhadap indikator-indikator GRI Standards 100 (pengungkapan umum) dan GRI Standards 300 (aspek lingkungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perusahaan sektor konstruksi dan energi telah menerapkan GRI Standards 100 dan 300 dengan tingkat kelengkapan yang relatif baik, meskipun masih terdapat variasi antar perusahaan. Perusahaan seperti PT Wijaya Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menunjukkan tingkat pengungkapan yang lengkap dan baik. Namun demikian, beberapa indikator lingkungan, khususnya terkait keanekaragaman hayati dan penilaian lingkungan pemasok, masih diungkapkan secara terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan GRI pada sebagian perusahaan masih berorientasi pada kepatuhan dan legitimasi, serta belum sepenuhnya mencerminkan integrasi keberlanjutan secara menyeluruh dalam strategi bisnis.
Copyrights © 2026