Krisis lingkungan global yang semakin kompleks menuntut adanya transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui penerapan paradigma ekoteologi sebagai kerangka berpikir baru dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi paradigma ekoteologi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai upaya menstimulasi kecerdasan naturalis siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui pemanfaatan media animasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan resmi, termasuk Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 244 Tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa paradigma ekoteologi yang berakar pada pemaknaan Asma’ul Husna, khususnya sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim, mampu membentuk perspektif siswa terhadap alam sebagai entitas yang harus dijaga dan disayangi, bukan dieksploitasi. Integrasi nilai khalifah fil ardh dalam pembelajaran IPA yang didukung media animasi interaktif, seperti Animaker dan serial edukatif Omar dan Hana, terbukti meningkatkan minat belajar, hasil belajar, serta kecerdasan naturalis siswa secara signifikan. Stimulasi tersebut berkontribusi pada pembentukan karakter pelajar Rahmatan Lil Alamin yang memiliki kesadaran dan spiritualitas ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara teologi, sains, dan teknologi media merupakan kunci utama dalam mewujudkan pendidikan lingkungan yang holistik dan berkelanjutan di madrasah.
Copyrights © 2026