Krisis identitas dan kebingungan peran merupakan tantangan signifikan yang dihadapi remaja dalam proses pembentukan kepribadian. Perkembangan teknologi dan media sosial menciptakan tekanan tambahan terhadap proses integrasi aspek biologis, psikologis, dan sosial yang menjadi dasar pembentukan jati diri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi aspek bio-psiko-sosial dalam konteks perkembangan identitas remaja era digital berdasarkan teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana faktor biologis, seperti perubahan hormonal dan perkembangan otak, mempengaruhi perilaku dan emosi remaja. Selain itu, aspek psikologis, termasuk pengalaman masa lalu dan dukungan emosional, serta faktor sosial, seperti interaksi dengan keluarga dan teman, juga dianalisis untuk memahami peran mereka dalam pembentukan identitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang positif dan pemahaman yang baik tentang perubahan biologis dan psikologis dapat membantu remaja era digital mengatasi krisis identitas dan mengurangi kebingungan peran. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung perkembangan remaja, serta implikasi bagi orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan mental dalam memberikan bimbingan yang tepat selama fase kritis ini. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika krisis identitas dan kebingungan peran dalam konteks perkembangan remaja.
Copyrights © 2025