Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga berperan dalam membentuk citra diri (self-image) individu. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan pada bagian pendahuluan, penelitian ini membahas pengaruh media sosial terhadap citra diri pengguna, khususnya pada remaja dan mahasiswa usia 17–20 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian pelajar dan mahasiswa yang merupakan pengguna aktif media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang disebarkan secara daring. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase, nilai rata-rata (mean), visualisasi grafik, serta nalisis korelasi untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden cenderung menggunakan media sosial untuk menampilkan hal-hal positif dan versi terbaik diri, serta memandang citra digital masih mencerminkan diri asli. Meskipun demikian, ditemukan pula adanya kebutuhan akan validasi sosial serta kecenderungan merasa minder akibat perbandingan sosial, meskipun pada tingkat yang tergolong sedang.
Copyrights © 2025