Kemajuan teknologi informasi telah menciptakan perubahan besar dalam pola komunikasi, terutama di kalangan generasi muda. Di tengah dominasi bahasa asing dan budaya global, Bahasa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya sebagai identitas nasional. Generasi muda kini lebih akrab dengan komunikasi digital yang singkat, informal, dan kerap bercampur dengan istilah asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat dioptimalkan guna membangun kembali ketertarikan generasi muda terhadap Bahasa Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka, artikel ini menganalisis hubungan antara pemanfaatan teknologi digital dengan literasi bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial, konten kreatif berbasis digital, serta penerapan teknologi pembelajaran modern seperti kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi besar dalam memodernisasi pembelajaran Bahasa Indonesia. Platform seperti TikTok, YouTube, blog, dan podcast dapat dimanfaatkan sebagai medium promosi bahasa yang relevan dengan karakter dan kebiasaan generasi muda saat ini. Lebih jauh, digitalisasi materi ajar dan kampanye literasi digital terbukti mampu meningkatkan kesadaran berbahasa yang baik dan benar. Maka dari itu, teknologi perlu dipandang sebagai alat kolaboratif yang efektif dalam mendukung revitalisasi Bahasa Indonesia di era digital.