Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) merupakan ancaman serius bagi ketersediaan layanan jaringan karena mampu membanjiri sistem dengan lalu lintas berlebih hingga menyebabkan penurunan performa bahkan penghentian layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola lalu lintas jaringan selama terjadinya serangan DDoS berbasis ICMP Flood serta mengevaluasi efektivitas Snort Intrusion Detection System dalam mendeteksi aktivitas anomali tersebut. Simulasi dilakukan pada jaringan lokal dengan empat perangkat utama yang menjalankan fungsi attacker, server, client, dan monitoring. Wireshark digunakan untuk menangkap dan memvisualisasikan lalu lintas paket secara real-time, sedangkan Snort diimplementasikan pada server untuk mendeteksi pola paket yang mengarah pada serangan. Snort berhasil memberikan alert secara konsisten pada setiap aktivitas flooding, menunjukkan kemampuan deteksi yang efektif terhadap serangan dengan pola yang jelas dan berulang. Temuan ini menegaskan pentingnya kombinasi monitoring jaringan dan sistem deteksi intrusi untuk mengidentifikasi ancaman DDoS sejak dini serta mendukung upaya mitigasi gangguan layanan. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan strategi pertahanan jaringan yang lebih adaptif pada serangan dalam skala yang lebih besar.
Copyrights © 2026