Bonus demografi di Indonesia (2015-2035) menawarkan peluang pertumbuhan ekonomi melalui proporsi penduduk usia produktif yang mencapai 70%, namun tantangan utama adalah job mismatch di mana keterampilan lulusan tidak selaras dengan kebutuhan industri, menyebabkan pengangguran pemuda 12,24% (BPS, 2025). Penelitian library research ini menganalisis dinamika bonus demografi, penyebab mismatch (kurikulum tidak relevan, minim kolaborasi industri), dampak sosial (kriminalitas, risiko bunuh diri), serta strategi penguatan SDM melalui pendidikan vokasi, program Kartu Prakerja, link and match, dan reskilling/upskilling. Hasil menunjukkan kebijakan pemerintah seperti revitalisasi SMK dan BLK efektif menurunkan TPT menjadi 4,76%, namun tantangan implementasi seperti ketimpangan akses dan infrastruktur digital perlu diatasi melalui reformulasi kurikulum berbasis future skills dan kolaborasi triple helix untuk optimalisasi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Copyrights © 2025