Dalam ilmu teknologi sudah banyak penemuan yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan salah satu penemuan itu adalah berupa sensor. Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude. Sensor merupakan sejenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Kemajuan teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah sistem keamanan, karena dengan perekonomian yang sulit saat ini membuat orang bertindak kriminal dengan cara melakukan pencurian dengan target rumah-rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, yang dapat menyebabkan kekhawatiran jika kita pergi meninggalkan rumah. Masalah tersebut di atas mendorong peneliti untuk membuat suatu sistem keamanan rumah menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR) berbasis mikrokontroler, yang dirancang dengan perangkat elektronika terdiri dari sensor PIR, sensor asap (MQ-2), dan mikrokontroler Arduino Uno (ATMega328) yang dapat digunakan sebagai penyimpan dan mengeksekusi data yang telah diprogram terlebih dahulu. Perangkat elektronika ini dapat dibentuk sebagai perangkat yang secara umun dapat mengidentifikasi keberadaan manusia serta asap dan dapat berkomunikasi dengan handphone pemilik rumah dari jarak jauh. Jika sistem ini sudah diaktifkan, maka sensor PIR bekerja mendeteksi pergerakan dan sensor MQ-2 mendeteksi kemunculan asap. Jika sensor-sensor itu mendeteksi adanya pergerakan ataupun asap, maka sensor-sensor itu akan mengirimkan data signal ke mikrokontroler untuk menjalankan script, kemudian mikrokontroler akan mengaktifkan alarm dan mengirim pesan SMS (Short Message Service) yang akan diteruskan oleh modem GSM (Global System for Mobile) untuk dikirimkan ke handphone pemilik rumah. Pemilik rumah pun dapat mengendalikan sistem dari jarak jauh melalui SMS untuk menyalakan, memadamkan, ataupun me-reset sistem ini.
Copyrights © 2025