Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi (EG) dan Ketidaksetaraan (GINI) terhadap Tingkat Kemiskinan (POV). Metode : Penelitian ini menggunakan data Regresi Data Panel yang mencakup 6 provinsi di pulau Sulawesi (Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo) selama tahun 2011-2023. Variabel independen utama adalah EG dan GINI, disertai variabel kontrol Indeks Pembangunan Manusia (HDI), Pengangguran Terbuka (UNEMP), dan Pengeluaran Pemerintah (LN_GOV). Berdasarkan uji Chow dan Hausman, model yang dipilih adalah Model Efek Tetap (FEM). Hasil : Estimasi FEM menunjukkan temuan sebagai berikut: (1) Pertumbuhan ekonomi (EG) dan ketidaksetaraan (GINI) merupakan pendorong kemiskinan yang sangat signifikan. (2) Pengeluaran pemerintah (LN_GOV) dan pengangguran (UNEMP) secara signifikan mengurangi kemiskinan. (3) Indeks Pembangunan Manusia (HDI) tidak signifikan. Implikasi : Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa kegagalan mengurangi kemiskinan di Sulawesi disebabkan oleh masalah distribusi. Perlu dilakukan pergeseran fokus dari sekadar mendorong pertumbuhan PDB regional ke memprioritaskan kebijakan redistribusi untuk menjaga stabilitas rasio Gini. Pemerintah provinsi perlu mengoptimalkan efektivitas belanja modal pro-rakyat miskin untuk menciptakan pertumbuhan yang benar-benar inklusif.
Copyrights © 2026