Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi ruang bagi publik figur untuk membangun citra dan menyampaikan berbagai isu sosial, termasuk kritik politik. Penelitian ini menganalisis representasi ironi terhadap stabilitas kekuasaan politik dalam unggahan kolaborasi @comikamedia dan @pandji.pragiwaksono pada 25 Oktober 2024 menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam elemen visual dan teks unggahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gestur tubuh, ekspresi wajah, dan teks dalam unggahan menciptakan ironi terhadap keberlanjutan figur politik tertentu dalam pemerintahan, meskipun terjadi pergantian presiden. Dengan memanfaatkan humor dan ironi, unggahan ini merepresentasikan skeptisisme terhadap perubahan politik dan memperlihatkan bagaimana komunikasi visual dapat menjadi alat kritik yang efektif dalam wacana publik. Kata Kunci: Representasi Ironi, Instagram, Kritik Sosial, Semiotika Roland Barthes
Copyrights © 2025