Masa remaja merupakan fase kritis pembentukan pola makan yang berdampak pada risiko penyakit kronis di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi perilaku makan sehat remaja dengan menggunakan kerangka Health Belief Model (HBM). Metode yang digunakan adalah telaah literatur terhadap sembilan jurnal nasional dan internasional periode 2019–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-efficacy (keyakinan diri) dan cues to action (isyarat bertindak) merupakan prediktor paling konsisten dalam mendorong perubahan perilaku nyata. Sementara itu, perceived benefits berfungsi sebagai motivator utama, dan perceived barriers sering menjadi penghalang praktis. Persepsi kerentanan serta keseriusan ditemukan hanya berfungsi sebagai pemicu kesadaran awal. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi gizi remaja harus difokuskan pada peningkatan rasa percaya diri dalam memilih makanan sehat, penguatan dukungan sosial, serta pengurangan hambatan praktis. Implementasi HBM secara komprehensif diharapkan tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga memastikan keberlanjutan pola makan sehat pada remaja.
Copyrights © 2026