Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif relevansi dan aplikasi konsep Matematika terapan dalam kurikulum dan praktik kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, dengan fokus pada dua bidang: Teknik Mesin dan Perikanan. Pendidikan Vokasi menuntut Matematika berfungsi sebagai alat kerja (tool) yang langsung digunakan untuk pemecahan masalah teknis. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Multisitus yang melibatkan 15 partisipan kunci: 4 Guru Matematika, 4 Guru Kejuruan (2 Teknik Mesin, 2 Perikanan), 5 Siswa Kunci, dan 2 Perwakilan Industri di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Proses Praktik, dan Analisis Dokumen Kurikulum Lokal/Modul Praktik. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya Kesenjangan Sinkronisasi Vertikal (vertical synchronization gap): Guru Matematika mengajarkan konsep abstrak (misalnya, trigonometri) secara umum, sementara Guru Kejuruan mengajarkannya secara situasional (misalnya, menghitung sudut bevel atau menghitung volume tangkapan/pakan) tanpa mengaitkan kembali ke prinsip Matematis formal. Siswa melaporkan Matematika baru menjadi "penting" ketika mereka melihat aplikasinya di bengkel/laut, yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk Integrasi Kurikulum Context-Based Learning. Studi menyimpulkan bahwa relevansi Matematika di vokasi harus diposisikan sebagai Kompetensi Kunci dan memerlukan revisi kurikulum yang didorong oleh needs assessment dari industri.
Copyrights © 2025