Kabupaten Subang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namun petani lokal masih menghadapi kendala biaya produksi akibat mahalnya pupuk kimia. Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan Kelompok Tani Rumah Petani Nelayan Nusantara (RPNN) di Kelurahan Cigadung, Subang, untuk memberikan solusi inovatif melalui pemanfaatan limbah kulit telur sebagai bahan dasar pupuk kalsium. Limbah ini banyak dihasilkan oleh rumah tangga dan UMKM kuliner, namun belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung lebih dari 90% CaCO₃ yang bermanfaat bagi tanah. Program dilaksanakan selama dua hari dalam lima tahapan: sosialisasi, pelatihan (seminar dan praktik), penerapan teknologi sederhana, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Delapan peserta mengikuti pelatihan dan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pupuk kalsium, perbedaan pupuk organik dan anorganik, serta potensi limbah lokal. 87,5% peserta menyatakan tertarik mengaplikasikan pupuk ini, dan seluruhnya percaya dapat menekan biaya produksi. Edukasi berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan motivasi petani terhadap inovasi berbasis limbah.
Copyrights © 2026