Development in North Sumatra has shown significant growth; however, it has also generated various environmental problems due to weak ethical communication practices. Limited information transparency, low public participation, and biased media narratives have often exacerbated the social and ecological impacts of development. This article aims to analyze the role of communication ethics in development and environmental management in North Sumatra as a prerequisite for achieving sustainable and equitable development. This study employs a qualitative approach using a descriptive analytical method. Data were collected through literature review, analysis of policy documents and environmental reports, and examination of media coverage related to development and environmental issues in North Sumatra. The data were analyzed using qualitative content analysis, focusing on the principles of transparency, public participation, media roles, and ecological justice. The findings indicate that weak information transparency and limited community participation are major factors contributing to conflicts and ecological injustice in development processes. The media play a strategic role as social watchdogs but have not consistently applied ethical communication principles. The discussion confirms that transparent, participatory, and just communication ethics are essential to promoting sustainable development and environmental protection in North Sumatra. Pembangunan di Sumatera Utara menunjukkan peningkatan signifikan, namun pada saat yang sama memunculkan berbagai persoalan lingkungan akibat lemahnya praktik komunikasi yang etis. Kurangnya transparansi informasi, minimnya partisipasi publik, serta bias narasi media sering kali memperburuk dampak sosial dan ekologis dari pembangunan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran etika komunikasi dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan di Sumatera Utara sebagai prasyarat terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, telaah dokumen kebijakan dan laporan lingkungan, serta analisis pemberitaan media yang berkaitan dengan pembangunan dan isu lingkungan di Sumatera Utara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif dengan menekankan prinsip transparansi, partisipasi publik, peran media, dan keadilan ekologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya transparansi informasi dan partisipasi masyarakat menjadi faktor utama munculnya konflik dan ketidakadilan ekologis dalam pembangunan. Media memiliki peran strategis sebagai pengawas sosial, namun belum sepenuhnya menjalankan fungsi etisnya secara optimal. Pembahasan menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berkeadilan merupakan kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan di Sumatera Utara.
Copyrights © 2026