Food security is a fundamental pillar in maintaining national stability and public welfare. In the context of increasingly complex non-military threats, the involvement of the Indonesian National Armed Forces (TNI) in strengthening food security has become part of the state’s strategy to ensure sustainable food availability. This study aims to analyze the expansion of the TNI’s role in strengthening national food security from the perspective of siyasah syariyyah, particularly through the principles of maslahah mursalah and Islamic governance. This research employs a qualitative method with a library research approach by examining Islamic normative sources, statutory regulations, and relevant scholarly literature. The findings indicate that the involvement of the TNI in food security strengthening is religiously justifiable as long as it is oriented toward public welfare, does not contradict the objectives of Islamic law (maqashid al-shariah), and is implemented proportionally under civilian authority. Therefore, the expanded role of the TNI has strategic relevance in supporting national food security while remaining within its authority and the principles of justice in siyasah syariyyah. Abstrak Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat. Dalam perkembangan ancaman nonmiliter yang semakin kompleks, keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung penguatan ketahanan pangan menjadi bagian dari strategi negara untuk menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perluasan peran TNI dalam penguatan ketahanan pangan nasional ditinjau dari perspektif siyasah syariyyah, khususnya melalui prinsip maslahah mursalah dan tata kelola kekuasaan dalam Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis terhadap sumber- sumber normatif Islam, peraturan perundang-undangan, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan TNI dalam penguatan ketahanan pangan dapat dibenarkan secara syar’i apabila berorientasi pada kemaslahatan umum, tidak bertentangan dengan maqashid al-syariah, serta dijalankan secara proporsional dan berada di bawah otoritas sipil. Dengan demikian, perluasan peran TNI memiliki relevansi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional selama tetap berada dalam batas kewenangan dan prinsip keadilan dalam siyasah syariyyah.
Copyrights © 2026