Indonesia merupakan negara dengan kejadiab bencana yang tinggi. Salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah banjir. Banjir merupakan peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Dampak dari kejadian banjir meliputi dampak fisik, psikologis. Hipertensi yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti aktivitas fisik dan stress. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan frekuensi denyut jantung cenderung tinggi yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Stres menyebabkan aktifitas saraf simpatis pada jantung yang dapat meningkatkan tekanan darah. Tujuan: menganalisis faktor aktivitas fisik dan stress terhadap kejadian hipertensi di Desa Songgorunggi Sukoharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analitik dengan pendekatan cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Alat ukur penelitian ini ada 2 macam yaitu Perceived Stress Scale (PSS-10) aktivitas fisik menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas warga Desa Songgorunggi menderita hipertensi sebanyak 77%, aktivitas fisik mayoritas dalam kategori aktivitas fisik sedang sebanyak 65,6%, dan mayoritas mengalami stress dalam kategori stress ringan sebanyak 62%. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Sperman Rank diperoleh hasil terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi dengan p value 0.004 dan terdapat hubungan yang signifikan antara stress dengan kejadian hipertensi dengan p value 0.002. Kesimpulan: Aktivitas fisik dan stress memiliki hubungan yang erat terhadap kejadian hipertensi pasca bencana banjir di Desa Songgorunggi Sukoharjo. Kata kunci: Banjir, Hipertensi, Aktivitas Fisik, Tingkat Stres
Copyrights © 2025