Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar perekonomian Indonesia dengan kontribusi 60,5% terhadap PDB nasional dan menyerap 96,9% tenaga kerja. Transformasi digital dan tuntutan keberlanjutan global yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut UMKM untuk mengintegrasikan praktik kewirausahaan dengan strategi bisnis ramah lingkungan. Sub-sektor homedecor menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif, di mana kontribusi subsektor kriya pada 2024 mencapai US$676 juta terhadap PDB nasional. Di Kabupaten Bandung Barat, UMKM homedecor tumbuh signifikan dari 315 unit (2020) menjadi 6.234 unit (2023), menunjukkan tren konsumen urban terhadap produk estetik, fungsional, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang dilakukan, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam terhadap pelaku usaha dan konsumen homedecor, serta data sekunder dari literatur ilmiah, laporan riset terdahulu, dokumen pemerintah, hingga data BPS. Analisis dengan pendekatan design thinking dan lean canvas menunjukkan bahwa konsumen homedecor di Kabupaten Bandung Barat mengutamakan produk yang estetik, ramah lingkungan, dan fungsional. Business Plan Ifazha homedecor dirancang menyeluruh mulai dari pemetaan masalah, segmen konsumen, hingga strategi distribusi dengan fokus pada peluang pasar, optimalisasi sumber daya, dan sinergi tim untuk menciptakan inovasi berkelanjutan. Rencana Bisnis Plan ini menekankan pemasaran digital berbasis marketplace, efisiensi operasional lewat digitalisasi, pengembangan SDM bersama pengrajin lokal, serta inovasi material eco-friendly dengan desain kustomisasi. Risiko finansial, operasional, dan pemasaran juga diantisipasi melalui strategi mitigasi terukur. Dari sisi keuangan, usaha ini terbukti layak dengan indikator kuat: NPV positif, IRR melebihi tingkat diskonto, Payback Period singkat, dan Profitability Index yang menguntungkan. Sementara itu, penerapan Model Timmons menegaskan kelayakan bisnis ini dengan dukungan peluang pasar yang besar, ketersediaan sumber daya, serta tim yang kompeten dalam inovasi dan pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ifazha Homedecor memiliki prospek strategis melalui diferensiasi produk ramah lingkungan, optimalisasi digital marketing, dan kolaborasi dengan influencer. Analisis finansial menghasilkan NPV Rp 1,506 miliar (positif), IRR 88,11%, Payback Period 3,06 tahun, serta proyeksi pendapatan naik dari Rp 720 juta (2026) menjadi Rp 1,31 miliar (2030), menandakan kelayakan usaha sangat tinggi.
Copyrights © 2025