Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana literasi keuangan serta persepsi terhadap kemudahan penggunaan berperan dalam membentuk keputusan seseorang ketika memanfaatkan QRIS. Pengaruh tersebut dikaji baik secara langsung maupun melalui variabel minat sebagai perantara. Pendekatan kuantitatif dipilih dengan menerapkan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM), melibatkan 168 responden yang tercatat sebagai pengguna aktif QRIS di Provinsi Bali. Kuesioner berskala Likert 1–5 digunakan sebagai instrumen penelitian, dan telah diuji terlebih dahulu dari sisi validitas serta reliabilitas. Hasil analisis memperlihatkan bahwa persepsi kemudahan dan minat merupakan faktor yang paling menentukan dalam mendorong keputusan penggunaan QRIS. Sebaliknya, literasi keuangan tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap keputusan tersebut, namun menjadi signifikan ketika bekerja melalui variabel minat. Temuan lain menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berkontribusi paling kuat dalam membentuk minat, yang kemudian mengarah pada perilaku penggunaan QRIS secara nyata. Nilai R² sebesar 65,3% untuk variabel minat dan 71,6% untuk keputusan penggunaan mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan hubungan antarvariabel dengan baik. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital dan optimalisasi aspek kemudahan untuk mendorong pemanfaatan QRIS secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026