Perkembangan pesat penggunaan platform digital di lingkungan pelajar memicu keprihatinan serius terhadap efeknya pada kesejahteraan psikologis dan pencapaian pendidikan, sehingga studi ini dirancang untuk mengeksplorasi korelasi antara frekuensi pemakaian media sosial, indikator ketergantungan, stabilitas emosional, dan hasil belajar melalui pendekatan metodologis yang mengadopsi teknik kuantitatif deskriptif diperkaya representasi data dinamis memanfaatkan Python dan Streamlit dengan sumber data dari repositori Kaggle berjudul "Students' Social Media Addiction Dataset" yang mencakup parameter durasi harian bermedia sosial, preferensi platform, tingkat adiksi, kondisi psikologis, dan indikator akademik. Antarmuka analitik interaktif dikembangkan melalui platform Streamlit guna memfasilitasi eksplorasi data mandiri yang hasilnya mengungkap hubungan terbalik antara kuantitas aktivitas digital dengan kualitas kesehatan mental dan output pembelajaran dimana WhatsApp dan Snapchat teridentifikasi sebagai aplikasi dengan potensi adiktif tertinggi sementara LINE dan LinkedIn menunjukkan pengaruh kurang signifikan sehingga temuan ini menggarisbawahi urgensi literasi digital dan penguatan regulasi diri dalam berinteraksi dengan platform digital sekaligus menawarkan instrumen strategis bagi institusi pendidikan, keluarga, dan pemangku kebijakan dalam melakukan identifikasi dan mitigasi dampak negatif media sosial
Copyrights © 2025