Permasalahan anemia pada remaja putri di Provinsi Riau masih mengkhawatirkan yang disebabkan oleh beberapa faktor, khususnya kurangnya asupan protein dan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh formulasi tepung ikan patin dan daun kelor terhadap organoleptik dan kandungan gizi stik patin kelor. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan. Formulasi tepung ikan patin dan daun kelor terdiri atas F0 (0g :5g), F1 (30g :5g), F2 (40g: 5g), dan F3 (50g: 5g). Uji organoleptik dilakukan pada 25 panelis konsumen yang berasal dari remaja putri. Data hasil uji organoleptik akan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Kruskal Wallis. Beberapa analisis zat gizi yang dilakukan, yaitu analisis proksimat, zat besi dan vitamin C. Penelitian menunjukkan bahwa F1 merupakan produk terpilih dengan rata- rata penerimaan sebesar 94%. Hasil analisis Kruskal Wallis pada uji hedonik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna pada rasa dan tekstur produk stik patin kelor (< 0,05). Dalam setiap 100 g stik patin kelor terpilih terdapat 16,69% karbohidrat, 12,45% protein, 3,52% lemak, 4,32 mg zat besi dan 6,85 mg vitamin C. Formula F1 lebih disukai oleh panelis dan dapat diklaim sebagai camilan sumber protein dan zat besi, sehingga stik patin kelor berpotensi sebagai camilan sumber zat besi untuk mengatasi anemia pada remaja.
Copyrights © 2025