Kecelakaan kerja di industri transportasi seperti Depo Lokomotif PT KAI Divre I Medan masih sering terjadi akibat berbagai potensi bahaya. Terjadi peningkatan kecelakaan yang terjadi di Depo Lokomotif PT KAI Divre I Medan, dimana pada tahun 2020 tercatat 12 kasus kecelakaan, kemudian meningkat menjadi 18 kasus di tahun 2021, dan bertambah lagi menjadi 20 kasus pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya fisik, mekanik, kimia, dan ergonomi, dengan tingkat risiko yang bervariasi, dimana terdapat 6 risiko kategori tinggi (high), 25 kategori sedang (medium), dan 8 kategori rendah (low). Salah satu potensi bahaya dengan kategori risiko tinggi (High) terdapat pada proses pemeriksaan sistem EFI (Electronic Fuel Injection), yakni risiko sengatan listrik akibat tegangan tinggi. Tingkat kemungkinan kejadian (likelihood) berada pada skor 2 (Unlikely), namun tingkat keparahan (severity) dinilai 5 (Catastrophic), sehingga total nilai risiko mencapai skor 10. Risiko ini sangat signifikan karena berpotensi menyebabkan cedera berat hingga kematian apabila pekerja tidak mengikuti prosedur kerja aman dibandingkan dengan risiko tinggi lainnya.
Copyrights © 2025