Produktivitas kerja nelayan merupakan salah satu indikator penting dalam sektor perikanan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan modal peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan modal peralatan dengan produktivitas kerja nelayan di kapal pukat apung di Kota Tanjung Balai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 105 orang nelayan sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja nelayan (p = 0,192; r = –0,128), sedangkan modal peralatan memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan produktivitas kerja (p = 0,000; r = 0,766). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan modal peralatan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja nelayan, meskipun status gizi tidak terbukti berpengaruh secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah atau lembaga terkait dalam merancang program edukasi gizi dan penguatan modal peralatan yang tepat bagi komunitas nelayan.
Copyrights © 2025