Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Organoleptic Analysis of Temitel (Tempeh Mix Egg) as an Alternative Processed Protein Source Halawa, Elfredo J; Ruqaya Junus; Irza N Ranti; Meildy E Pascoal; Cheren Kuhu; Romiza Arika
Archives of The Medicine and Case Reports Vol. 5 No. 3 (2024): Archives of The Medicine and Case Reports
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/amcr.v5i3.583

Abstract

The high need for animal protein in Indonesia has not been met optimally. Tempeh, as a source of vegetable protein, has great potential but is less popular with some groups because of its monotonous taste. Temitel, a mixture of tempeh and eggs, is presented as an alternative processed protein source which is expected to increase protein consumption in the community. This research aims to analyze the organoleptics of Temitel as a basis for developing tempeh-based functional food products. This study used a completely randomized design (CRD) with three treatments (tempeh:egg proportions) and three replications. Organoleptic parameters observed include color, aroma, texture and taste. Data were analyzed using the ANOVA test and Duncan's advanced test. The results showed that the proportion of tempe:egg had a significant effect on the organoleptic parameters of Temitel. Temitel with a higher proportion of tempeh has a darker color, stronger tempeh aroma and taste, and a denser texture. Temitel with a higher proportion of eggs has a brighter color, stronger egg aroma and taste, and a softer texture. Temitel is an alternative processed protein source that has great potential for development. The tempeh:egg proportion can be adjusted to produce Temitel with organoleptic characteristics that suit consumer preferences. Temitel is expected to increase protein consumption in society, especially among those who don't like tempeh.
Overview of Environmental Sanitation and Socio-Cultural of Coastal Communities in Fishing Village, Medan Belawan District, Indonesia Nasution, Amalia Rahmi; Romiza Arika; Cut Nasywa Kesuma Dany; Mawaddah Sri Rezeki Dalimunthe; Desri Amrainum; Ella Asri Fauziah; Fatma Salsabila; Indah Rizqika; Mayumi Ershanda; Muhammad Subhan
Eureka Herba Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v4i4.90

Abstract

An overview of environmental and socio-cultural sanitation is very interesting to explore. Environmental sanitation and the social culture of coastal communities in fishing villages are inseparable aspects of their daily lives. This study aimed to understand the description of environmental sanitation and socio-culture of the coastal community of fishing village, Medan Belawan District, Indonesia, in order to create sustainable and equitable solutions for them. This study is a descriptive observational study. A total of 100 informants were included in this study. Data analysis was carried out univariately to present environmental sanitation and socio-cultural data. Waste processing in the environment is still very bad, where garbage is generally just piled up, and no waste management efforts are carried out. The community also does not have healthy latrines, which shows that sanitation conditions are still not a good report. The majority report also does not have refrigerators as food storage, and the community, in general, has not implemented a clean and healthy lifestyle. The source of clean water and processed drinking water treatment also still show things that are not good. Water sources and processing that are not optimal make the majority of people experience skin problems. The overview of environmental sanitation and the socio-culture of coastal communities in fishing villages shows how important it is to increase efforts to keep the environment clean and maintain cultural values in their daily lives.
Pengetahuan Dan Konsumsi Buah Mahasiswa/I FKM UINSU 2024 : Kajian Slogan “Isi Piringku”: Knowledge and Fruit Consumption of FKM UINSU Students 2024: Study of the Slogan "Fill My Plate" Aina Fitrah Aulia Ritonga; Romiza Arika; Alisa Ariani Sagala; Clarissa Bunga Mahir; Fadhila Azzahra Pardosi; Fadhilah Rahmadani Fathin; Febby Yuwanda; Futri Ritonga; Jusmaini; Kina Sari; Mastuti Berutu; Muizza, Mughni; Salwa Luthfiyyah Novi; Salwa Salsabila Siregar; Sandrina Aulia Harahap; Sheylla Azzahra; Siti Soraya Tambunan; Syalsabila Sifa; Vindy Ammadhea Tanjung; Widya Kinanti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 8: Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i8.5658

Abstract

Masa perkuliahan adalah periode transisi penting yang ditandai oleh perubahan fisik, mental, dan sosial yang signifikan. Mahasiswa sering kali mengabaikan pola makan sehat, termasuk konsumsi buah yang cukup, yang berdampak negatif pada kesehatan mereka. Konsumsi buah yang cukup penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan risiko penyakit kronis, meningkatkan energi, menjaga kesehatan kulit dan rambut, serta meningkatkan fungsi kognitif dan mood. Slogan “Isi Piringku” yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2014 memberikan panduan proporsi ideal makanan dalam satu piring makan, termasuk buah. Namun, berdasarkan data Rapat Persiapan Riset Kesehatan Nasional (RISKESNAS) tahun 2018, hanya 13,3% penduduk Indonesia yang mengonsumsi buah dan sayur sesuai anjuran, dan di kalangan mahasiswa, persentasenya lebih rendah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 52 mahasiswa FKM UINSU tahun 2024 untuk mengukur pengetahuan mereka tentang slogan “Isi Piringku” dalam aspek konsumsi buah. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang “Isi Piringku” bervariasi, dengan mayoritas memiliki pengetahuan kurang (65,7%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan sangat bagus. Faktor-faktor seperti kurangnya edukasi, akses informasi, dan kebiasaan makan mempengaruhi tingkat pengetahuan ini. Penelitian ini menyoroti pentingnya sosialisasi dan edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsumsi buah sesuai panduan “Isi Piringku”.
Hubungan Status Gizi dan Modal Peralatan Nelayan Pesisir dengan Produktivitas Kerja di Kapal Pukat Apung Tanjung Balai Aldi syahputra Nasution; Romiza arika; Nurhanifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1315

Abstract

Produktivitas kerja nelayan merupakan salah satu indikator penting dalam sektor perikanan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan modal peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan modal peralatan dengan produktivitas kerja nelayan di kapal pukat apung di Kota Tanjung Balai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 105 orang nelayan sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja nelayan (p = 0,192; r = –0,128), sedangkan modal peralatan memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan produktivitas kerja (p = 0,000; r = 0,766). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan modal peralatan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja nelayan, meskipun status gizi tidak terbukti berpengaruh secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah atau lembaga terkait dalam merancang program edukasi gizi dan penguatan modal peralatan yang tepat bagi komunitas nelayan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Putus Berobat (Loss to Follow Up) Pada Pasien TB Resistan Obat di UPTD RS Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Tahun 2021-2024 Siti Khodizah Harahap; Romiza Arika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1341

Abstract

Tuberkulosis resisten obat (TB RO) merupakan salah satu tantangan terbesar dalam upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Pengobatan TB RO memerlukan durasi yang panjang, kombinasi obat dengan efek samping berat, serta kepatuhan pasien yang tinggi. Namun, tingkat putus berobat (loss to follow up) pada pasien TB RO masih tinggi dan menjadi hambatan serius dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian putus berobat pada pasien TB RO di UPTD RS Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara selama periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan case control, melibatkan dua kelompok responden, yaitu pasien yang putus berobat dan pasien yang menyelesaikan pengobatan. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian putus berobat sebesar 28,9%. Faktor-faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian putus berobat adalah usia, pendidikan, status pekerjaan, riwayat diabetes mellitus dan kategori panduan OAT. Sementara itu, jenis kelamin, riwayat pengobatan sebelumnya, dan wilayah fasyankes tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini menegaskan pentingnya strategi pemantauan dan intervensi yang lebih intensif terhadap kelompok pasien berisiko tinggi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan TB RO.
Hubungan Tingkat Asupan Sarapan Pagi dan Kualitas Tidur dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 31 Medan Nona Adila Syafitri Zein; Romiza Arika
Inovasi Kesehatan Global Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v3i1.2863

Abstract

Breakfast and sleep quality are important factors that can influence students’ concentration and academic achievement. This study aims to analyze the relationship between breakfast consumption levels and sleep quality with the learning achievement of students at SMP Negeri 31 Medan. This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The study population consisted of all 192 eighth-grade students, with a sample of 88 respondents selected through simple random sampling. Breakfast intake was measured using a 3x24-hour food recall (breakfast time only), sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, while learning achievement was obtained from semester exam scores in Indonesian Language and Mathematics subjects. Data analysis was carried out using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between breakfast intake and learning achievement in Indonesian Language (p=0.003) and Mathematics (p=0.000). Sleep quality was also proven to be associated with learning achievement in Indonesian Language (p=0.001) and Mathematics (p=0.000). The conclusion of this study is that having breakfast with adequate nutritional intake and maintaining good sleep quality contribute positively to improving students’ learning achievement.