Perawat yang bekerja dalam sistem shift, terutama perawat yang bekerja dirawat inap sering mengalami gangguan tidur yang berisiko menyebabkan stres kerja. Hasil riset Health and Safety Executive mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan merupakan kelompok dengan tingkat stres tinggi dengan prevalensi 2.500 kasus per 100.000 orang. Kualitas tidur yang buruk berdampak negatif terhadap konsentrasi perawat, kesehatan mental, dan mempengaruhi kinerja perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan total populasi yakni seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Haji Medan sebanyak 77. Sampel yang diambil sebanyak 77 responden dengan menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Job Stres Scale (JSS) untuk menghitung stres kerja pada perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan stres kerja pada perawat rawat inap dengan p-value <0,05. Secara khusus aspek efisiensi tidur, durasi tidur dan kepuasan tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja. Sistem shift di Rumah Sakit diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan perawat melalui kualitas tidur untuk mengurangi stres kerja. Dalam islam menjaga kualitas tidur termasuk cara menjaga amanah tubuh sesuai dengan maqasid syariah menjaga akal dan jiwa.
Copyrights © 2025