Stres akademik umum dialami mahasiswa tingkat akhir, terutama saat mempersiapkan ujian sidang proposal yang menuntut kesiapan akademik dan mental. Perbedaan kemampuan regulasi emosi antara laki-laki dan perempuan diduga mempengaruhi variasi tingkat stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat stres berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa yang menghadapi sidang proposal di Universitas X. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif cross-sectional dengan sampel 240 mahasiswa yang dipilih melalui stratifikasi proporsional. Data dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner PSS-10 versi Indonesia (Cronbach’s Alpha 0.81) dan dianalisis dengan uji t-test atau Mann-Whitney U. Penelitian menguji hipotesis bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat stres antara mahasiswa laki-laki dan perempuan saat menghadapi ujian sidang proposal. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami stres sedang (71%), disusul stres ringan (16%) dan stres berat (13%). Analisis statistik menegaskan tidak ada perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin (p=0.541). Temuan ini menunjukkan bahwa dalam situasi tekanan tinggi seperti sidang proposal, faktor situasional, penilaian kognitif, dan strategi koping individu lebih menentukan daripada perbedaan gender, sehingga program manajemen stres perlu disusun secara komprehensif dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
Copyrights © 2025