Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Vol 8 No 02 (2025): Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Tubuh sebagai Abjek: Paradoks Patriarki dalam Lā Sakākīn fī Maţābikhi Hādhihi al-Madīnah (Kajian Feminisme Kristeva)

Salwa, Lala Durotus (Unknown)
Lala Durotus Salwa (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2025

Abstract

Kondisi konflik sosial-politik yang berkepanjangan di Suriah turut melahirkan sistem yang menautkan kekuasaan dengan kontrol tubuh perempuan. Perempuan diposisikan di antara dua hal yaitu dituntut dalam moralitas “kesucian” namun juga diobjektifikasi oleh “hasrat”. Novel لا سكاكين في مطابخ هذه المدينة (No Knives in The Kitchen of This City) (2013) karya Khaled Khalifa turut merepresentasikan paradoks sistem patriarkal tersebut. Melalui salah satu tokoh utamanya, Sawsan, tubuhnya dianggap sebagai tubuh yang menjijikkan, sumber dosa, dan harus disingkirkan oleh sistem karena ia dianggap mengganggu stabilitas sistem melalui ketidakpatuhannya. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif-kualitatif. Melalui teori abjeksi Julia Kristeva, penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana paradoks sistem patriarkal sebagai lokus normal abjeksi tersebut dan bagaimana abjeksi muncul baik sebagai strategi stablilitas sistem maupun sebagai respons personal. Hasil penelitian ini adalah (1) sistem patriarkal dalam novel ini bersifat paradoks antara tubuh perempuan yang dituntut dalam konteks moralitas sosial berupa norma “kesucian” keperawanan, tubuh tertutup, dan tersembunyinya hasrat seksual namun juga diobjektifikasi dalam konteks hasrat berupa pelecehan. Paradoks sistem patriarkal ini menjadi lokus “normal” terjadinya abjeksi, (2) abjeksi muncul dari eksternal (sosial, agama, dan politik) sebagai strategi sistem untuk menjaga stabilitasnya dengan menghinakan tubuh Sawsan yang dianggap kotor, terbuka, dan berhasrat sekaligus terinternalisasi dalam dirinya melalui praktik self-abjection berupa operasi selaput dara, ambiguitas pembatasan tubuh antara terbuka dan tertutup, dan represi hasrat. Proses abjeksi ini tidak menghasilkan keutuhan subjek, melainkan membentuk subjektivitas Sawsan sebagai subject in process yang terus bergerak dalam siklus penolakan, melankolia, dan pemaknaan ulang diri tanpa stabilitas final. Abjeksi Sawsan ini tidak hanya dibaca sebagai bentuk resistensi personal, tetapi juga menyingkap kekuatan internalisasi paradoks sistem patriarkal dalam pembentukan tubuh dan kesadaran perempuan Suriah di bawah rezim al-Assad.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

al-fathin

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Jurnal Al-Fthin diterbitkan dua kali dalam satu tahun edisi 1 Januari-Juni dan edisi 2 Juli-Desember. Tim redaksi menyambut baik kontribusi artikel seputar kajian ...