Kemampuan pemecahan masalah geometri menuntut ketelitian, keterampilan berpikir logis, dan reflektif. Namun, banyak siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki gaya kognitif impulsif, yaitu kecenderungan menjawab dengan cepat tanpa analisis mendalam sehingga sering melakukan kesalahan konseptual maupun prosedural. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa impulsif melalui program pendampingan belajar berbasis reflektif. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SMP mitra dengan melibatkan 15 siswa kelas VIII yang diidentifikasi memiliki gaya kognitif impulsif menggunakan instrumen Matching Familiar Figures Test (MFFT). Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu: (1) identifikasi karakteristik siswa impulsif, (2) pelatihan berpikir reflektif dan strategi penyelesaian masalah geometri, (3) pendampingan belajar kelompok kecil menggunakan lembar refleksi berpikir berbasis langkah Polya, serta (4) evaluasi hasil dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami masalah, menyusun strategi, serta memeriksa kembali langkah penyelesaian. Selain itu, siswa mulai menunjukkan perubahan perilaku belajar yang lebih hati-hati dan sistematis. Guru mitra juga memperoleh pemahaman baru mengenai pendekatan pembelajaran reflektif yang sesuai dengan karakteristik siswa impulsif. Dengan demikian, pendampingan reflektif terbukti efektif membantu siswa impulsif mengembangkan kemampuan pemecahan masalah geometri secara lebih terarah dan mendalam.
Copyrights © 2025