Penelitian ini membahas transformasi pembelajaran di sekolah dasar melalui penerapan kurikulum berbasis deep learning sebagai inovasi pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan kolaboratif peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penerapan kurikulum berbasis deep learning terhadap peningkatan motivasi, kemandirian, serta relevansi pembelajaran dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik survei melalui angket dan wawancara terhadap seluruh guru di SDN 2 Rejosari, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Data dianalisis secara tematik dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis deep learning mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, membangun kemandirian belajar, serta menumbuhkan semangat belajar yang bermakna dan menyenangkan. Namun, implementasi kurikulum ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan infrastruktur digital dan literasi teknologi guru. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pembelajaran berbasis deep learning memiliki kesesuaian kuat dengan semangat Kurikulum Merdeka, sehingga perlu didukung oleh pelatihan guru dan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pendidikan dasar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan keutuhan abad ke-21.
Copyrights © 2025