Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) guna mewujudkan personalisasi pembelajaran di sekolah dasar pada era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, pada bulan Oktober hingga Desember 2025. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI di sekolah dasar berkontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas dan personalisasi pembelajaran. Guru memanfaatkan sistem AI untuk menyesuaikan tingkat kesulitan materi, menganalisis kemampuan siswa, serta memberikan umpan balik adaptif yang relevan dengan kebutuhan belajar individu. Temuan juga menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI sangat dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, dukungan kebijakan sekolah, serta ketersediaan infrastruktur teknologi. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan literasi AI, belum optimalnya kebijakan etika dan keamanan data, serta kesenjangan fasilitas antar sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan AI berpotensi memperkuat pembelajaran mendalam (deep learning) dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar apabila diterapkan secara kontekstual, etis, dan berorientasi pada pengembangan peran guru sebagai fasilitator utama pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2025