Penyebaran berita bohong (hoaks) di media sosial menjadi tantangan serius bagi remaja, termasuk santri di lingkungan pesantren. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pesantren Rumah Tahfidz Nurul Yaqin Karampa, Kabupaten Luwu, untuk memberikan edukasi tentang etika bermedia sosial dan pencegahan hoaks melalui media sederhana seperti PowerPoint versi cetak, komik edukatif, poster, serta lembar refleksi santri. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui penyampaian materi interaktif, pembacaan komik edukatif, diskusi kasus berdasarkan pengalaman santri, dan pengisian refleksi pribadi. Kegiatan diikuti oleh 26 santri tingkat MTs dan MA. Hasil refleksi menunjukkan bahwa 88% santri tidak pernah menyebarkan hoaks, sementara 12% mengaku pernah melakukannya karena ketidaktahuan. Seluruh santri (100%) menyatakan bahwa menjadi korban hoaks menimbulkan perasaan sakit hati, sedih, dan keresahan sosial. Selain itu, mereka memahami bahwa hoaks dapat menyebabkan bullying dan merusak hubungan sosial di lingkungan pesantren. PKM ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis media visual sederhana dan nilai-nilai Islam, khususnya prinsip tabayyun dalam QS. Al-Hujurat [49]: 6, efektif dalam meningkatkan literasi digital dan menumbuhkan karakter berhati-hati, kritis, serta bertanggung jawab dalam penggunaan media sosial di kalangan santri.
Copyrights © 2025