Budidaya intensif udang vannamei (Litopenaeus vannamei) kerap menghadapi kendala teknis akibat padat tebar tinggi, sehingga desain kolam menjadi salah satu aspek penting dalam optimasi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bentuk kolam—bundar terpal dan kotak beton—terhadap hasil produksi udang vannamei dari stadia PL12 hingga DOC50. Studi dilakukan di UD. Hidayah Vaname, Probolinggo, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode komparatif. Enam kolam digunakan sebagai unit percobaan (tiga kolam bundar dan tiga kolam kotak) dengan kepadatan awal 92.400 ekor per kolam. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa produksi rata-rata pada kolam kotak (227,43 kg) lebih tinggi dibanding kolam bundar (182,28 kg), namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam sistem budidaya intensif berskala terbatas, bentuk kolam tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
Copyrights © 2025