Ikan gurami (Osphronemus goramy) merupakan komoditas air tawar bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang stabil serta berperan penting dalam mendukung pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat. Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, dikenal sebagai sentra budidaya gurami yang memiliki potensi besar karena ketersediaan sumber daya air, pengalaman pembudidaya, serta dukungan program pemerintah. Namun, pengembangan kawasan ini masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan teknologi, fluktuasi harga pakan, variasi kualitas manajemen budidaya, tantangan lingkungan, serta pemasaran digital yang belum optimal. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi kebijakan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan kawasan budidaya gurami di Kecamatan Kemranjen melalui analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi pengembangan kawasan. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 40 responden yang terdiri atas pembudidaya, penyuluh perikanan, perangkat desa, dan Dinas Perikanan Kabupaten Banyumas. Analisis IFAS (Internal Factors Analysis Summary) dan EFAS (External Factors Analysis Summary) digunakan untuk menentukan posisi strategi pengembangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan nilai (S-W) = +0,408 dan (O-T) = +0,336 sehingga kawasan berada pada Kuadran I (strategi agresif), yaitu kondisi di mana kekuatan internal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meraih peluang eksternal. Strategi prioritas mencakup penerapan teknologi budidaya modern, penguatan pemasaran digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan budidaya gurami serta mendukung peningkatan kesejahteraan pembudidaya di Kecamatan Kemranjen.
Copyrights © 2025