Bagan perahu merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Sumatera Utara. Namun, tingkat keramahan lingkungannya perlu dikaji karena alat tangkap ini sering menangkap berbagai spesies yang bukan merupakan target utama (by catch) dan memiliki ukuran mata jaring yang relatif kecil, yaitu 0,5 inci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bagan perahu (boat lift nets) berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di PPN Sibolga. Penelitian dilaksanakan di Tangkahan Murni, salah satu tangkahan yang berada di wilayah kerja PPN Sibolga, pada tanggal 30 April hingga 28 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui survei dan wawancara menggunakan kuesioner. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 10 unit kapal bagan perahu dari total 52 unit yang ada di PPN Sibolga. Responden terdiri atas anak buah kapal (ABK), nahkoda, pengurus kapal, petugas penyortir ikan, konsumen, dan masyarakat setempat. Peubah yang diamati mengacu pada sembilan kriteria CCRF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap bagan perahu di PPN Sibolga memperoleh skor 28, yang termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan. Berdasarkan pedoman FAO (1995), skor 28–36 diklasifikasikan sebagai alat tangkap yang sangat ramah lingkungan.
Copyrights © 2025