Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Mengkaji Ulang Pola Komunikasi Pemerintah Dalam Pemberdayaan Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi Nahri Idris
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 21 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.343 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v21i1.54

Abstract

Governments, especially in Jambi province has attempted to empower suku anak dalam. Empowerment is also performed by the relevant stakeholders such as NGOs / NGOs and companies. Empowerment is still less show a success rate as expected. One reason for the communication patterns that still need to be improved. The pattern of empowerment, has brought negative impacts on suku anak dalam itself, such as the lack of self ability, materialistic and lead to conflict, both internal sukuanak dalam and with outside parties. Changing patterns of communication should be done with more emphasis on cognitive aspects for the change to be more quickly achieved. In this case refers to the change in Communicators, Message, Media and Audience.Keywords: Communications, Government, Empowerment, Suku Anak Dalam ABSTRAKPemerintah khususnya di Provinsi Jambi sudah berupaya melakukan pemberdayaan terhadap suku anak dalam. Pemberdayaan juga dilakukan oleh stakeholder terkait seperti LSM/NGO dan perusahaan. Pemberdayaan yang dilakukan masih kurang menunjukkan tingkat keberhasilan seperti yang diharapkan. Salah satu penyebabnya karena pola komunikasi yang masih perlu diperbaiki. Pola pemberdayaan selama ini menimbulkan dampak-dampak negatif terhadap suku anak dalam itu sendiri, seperti ketidak mandirian, materialistis dan menimbulkan konflik, baik internal suku anak dalam maupun dengan pihak luar. Perubahan pola komunikasi harus dilakukan dengan lebih menekankan aspek kognitif agar perubahan lebih cepat tercapai. Dalam hal ini perubahan merujuk kepada Komunikator, Pesan, Media, dan Khalayak.Kata Kunci: Komunikasi, Pemerintah, Pemberdayaan, Suku Anak Dalam
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi Perah Di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara Agustina Pasaribu; F Firmansyah; Nahri Idris
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 18 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.766 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v18i1.2656

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan pada peternakan sapi perah di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey, pengambilan data dilakukan secara sensus.Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata produksi susu sapi perah FH di Kabupaten Karo yaitu 6,828 liter/hari/ekor. Produksi sapi perah di Kabupaten Karo masih kurang dibandingkan dengan jumlah rata-rata produksi susu sapi perah FH yaitu 10 liter/hari/ekor. Analisis regresi linear berganda menunjukkan nilai koefiesien determinasi (R2) sebesar 0,968 artinya bahwa 96,80% variasi produksi susu sapi perah ditentukan oleh variasi jumlah pakan, jumlah air minum, umur ternak, luas kandang dan interval pemerahan, sementara 3,20% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Pengujian dengan menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa secara simultan jumlah pakan, jumlah air minum, umur ternak, luas kandang dan interval pemerahan berpengaruh nyata terhadap produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo. Secara parsial jumlah pakan dan interval pemerahan mempengaruhi produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo.
Factors Affecting the Self-ability of Cattle Farmers in Bioindustrial Agriculture in Jambi Province Idris, Nahri; Muljono, Pudji; Mulyandari, Retno Sri Hartati; Jayanegara, Anuraga
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 2 (2022): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i2.23842

Abstract

ABSTRACTThe aim of this study was to analyze the level of self-ability of cattle farmers in bio-industrial agriculture based on the cattle-oil palm integration, and also to determine the factors influencing the self-ability. A total of 225 respondents from cattle farmers were selected as respondents using a multistage cluster random sampling technique. The level of self-ability of farmers was measured by a scoring system based on the five principles of beef cattle farms. Data analysis employed the multiple linear regression analysis. Results indicated that the self-ability of cattle farmers in the study area was categorized as moderate. The self-ability indicator in the high category was feed, and the indicator in the low category was cattle breed. Self-ability in terms of management and production facilities, prevention and treatment of disease, and marketing was in the moderate category. The level of self-ability of cattle farmers was affected significantly by the experience of raising cattle, the level of income, and the activities of farmers in farmer groups. The policy implication is the stock of cattle breed is easy to obtain by farmers, facilitating access to capital and empowering farmer groups.Keywords: bioindustry, cattle, farmer group, integration, oil palm
Analisis Konsentrasi Penjual dan Pembeli serta Hambatan Masuk Pasar Di Pasar Ternak Semurup Kabupaten Kerinci Rahman, Aulizar; Pramusintho, Bagus; Idris, Nahri
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan yaitu untuk : menganalisis struktur pasar ternak sapi Semurup Kabupaten Kerinci berdasarkan konsentrasi penjual dan pembeli dan mengetahui hambatan masuk pasar (barrier to entry) di pasar ternak sapi Semurup Kabupaten Kerinci. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penentuan responden secara sensus. Adapun objek yang diamati adalah penjual dan pembeli ternak sapi di pasar ternak Semurup Kabupaten Kerinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  struktur pasar ternak berdasarkan konsentrasi penjual di pasar ternak Semurup Kabupaten Kerinci adalah persaingan oligopoli dengan konsentrasi rendah. Struktur pasar ternak Semurup berdasarkan konsentrasi pembeli dengan pendekatan Hirschman Index (IHH) adalah oligopsoni, sedangkan dengan pendekatan CR4  (Concentration Ratio For Biggest Four) struktur pasar persaingan sempurna.  Hambatan masuk pasar dengan pendekatan Minimum efficient scale (MES) dapat menggambarkan hambatan masuk pasar ternak Semurup Kabupaten Kerinci tergolong tinggi.
Minat Peternak Terhadap Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Al Hafiz, Rafiq Al Hafiz; H, Afriani; Idris, Nahri; Firmansyah, Firmansyah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat peternak terhadap pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey, data diperoleh dari sampel  peternak sapi yang telah dan belum melakukan pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang meliputi minat peternak untuk memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi kompos, karakteristik peternak, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Minat peternak dalam memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  dianalisis secara deskriptif, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak digunakan analisis regresi linier berganda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat peternak yang telah memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori sedang (67,84%), sedangkan minat peternak yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori rendah (50,55%), dan faktor yang mempengaruhinya adalah pengalaman. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan antara minat peternak yang telah dan yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Persepsi Peternak Sapi Potong Terhadap Inseminasi Buatan Di Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo Sihaloho, Vercelli Dwi Agustina; H, Afriani; Idris, Nahri
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.240

Abstract

Persepsi adalah proses menerima serangkaian informasi atau stimulus dari lingkungan, kemudian mengubahnya ke dalam kesadaran psikologis yang dapat tergambar atau terwujud dalam bentuk tindakan dari respon tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak sapi potong terhadap inseminasi buatan dan mengetahui perbedaan persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode stratified random sampling yang dibagi menjadi 2 strata, sedangkan penentuan responden digunakan metode Simple Random Sampling  sebanyak 30% dari jumlah peternak baik yang menggunakan inseminasi buatan maupun tidak menggunakan inseminasi buatan. Persepsi peternak dihitung berdasarkan persentase tingkat persepsi dan hasil yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan kategori, selanjutnya dianalisis secara deskriptif, sedangkan untuk mengetahui perbedaan persepsi digunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak sapi yang menggunakan inseminasi buatan di Kecamatan Pasar Muara Bungo tergolong kategori sangat baik, sedangkan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan persepsinya tergolong kategori cukup baik. Hasil Uji Perbedaan Independent Sample T Test diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,0000,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dengan persepsi peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Disimpulkan bahwa persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan lebih baik dibanding peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan.
Minat Peternak Terhadap Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Al Hafiz, Rafiq Al Hafiz; H, Afriani; Idris, Nahri; Firmansyah, Firmansyah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat peternak terhadap pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey, data diperoleh dari sampel  peternak sapi yang telah dan belum melakukan pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang meliputi minat peternak untuk memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi kompos, karakteristik peternak, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Minat peternak dalam memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  dianalisis secara deskriptif, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak digunakan analisis regresi linier berganda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat peternak yang telah memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori sedang (67,84%), sedangkan minat peternak yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori rendah (50,55%), dan faktor yang mempengaruhinya adalah pengalaman. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan antara minat peternak yang telah dan yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Analisis Konsentrasi Penjual dan Pembeli serta Hambatan Masuk Pasar Di Pasar Ternak Semurup Kabupaten Kerinci Rahman, Aulizar; Pramusintho, Bagus; Idris, Nahri
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan yaitu untuk : menganalisis struktur pasar ternak sapi Semurup Kabupaten Kerinci berdasarkan konsentrasi penjual dan pembeli dan mengetahui hambatan masuk pasar (barrier to entry) di pasar ternak sapi Semurup Kabupaten Kerinci. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penentuan responden secara sensus. Adapun objek yang diamati adalah penjual dan pembeli ternak sapi di pasar ternak Semurup Kabupaten Kerinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  struktur pasar ternak berdasarkan konsentrasi penjual di pasar ternak Semurup Kabupaten Kerinci adalah persaingan oligopoli dengan konsentrasi rendah. Struktur pasar ternak Semurup berdasarkan konsentrasi pembeli dengan pendekatan Hirschman Index (IHH) adalah oligopsoni, sedangkan dengan pendekatan CR4  (Concentration Ratio For Biggest Four) struktur pasar persaingan sempurna.  Hambatan masuk pasar dengan pendekatan Minimum efficient scale (MES) dapat menggambarkan hambatan masuk pasar ternak Semurup Kabupaten Kerinci tergolong tinggi.
ANALISIS PERMASALAHAN AKTIFITAS PENYULUHAN PERTANIAN DITINJAU DARI SUDUT PANDANG PPL DAN KELOMPOK TANI- TERNAK SAPI DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Saputra, Edi Eko; Idris, Nahri; Yurleni, Yurleni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i1.1761

Abstract

Aktifitas penyuluhan pertanian merupakan salah satu cara peningkatan kualitas dan pendapatan para petani. Namun, dalam implementasinya selalu dihadapkan berbagai permasalahan. karenanya, makalah ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan aktifitas penyuluhan pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berdasarkan sudut pandang sudut pandang Penyuluh Pertanian (PPL) dan Kelompok Tani (Poktan) dan menganalisis perbandingan pandangan diantara kedua kelompok tersebut. Sebanyak 12 PPL dan 102 Poktan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terpilih berdasarkan teknik multistage sampling diwawancarai dengan metode survei. model Explonatory Factor Analysis (EFA) digunakan untuk menemukan sumber permasalahan utama dan model U Test digunakan untuk penilaian perbandingan pandangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan yang terjadi menurut pandangan PPL adalah rendahnya kemampuan penerapan berbagi dan menerima sumber informasi, belum terjalinnya komunikasi 2 arah, jadwal kunjungan masih jarang dilakukan, perbedaan nilai PPL dan Poktan antara yang berbau perkotaan dan pedesaan, karakteristik Poktan tidak sesuai menerima inovasi baru dan menyebarkannya. Sementara itu, menurut pandangan Poktan permasalahannya ialah rendahnya kualitas dan kuantitas komunikasi, tidak terdapatnya penggunaan sosial media/internet dalam penyuluhan, tidak terdapatnya integrasi IT untuk mengembangkan komunitas group medsos, insentif bantuan tidak sesuai yang diharapkan dan belum berorientasi pasar, jadwal kegiatan tidak menentu dan masih jarang dilakukan, tidak terdapatnya perbedaan pendapatan dan penciptaan nilai tambah dari penyuluhan. Selain itu, analisis U test juga menunjukkan nilai P-value seluruh variabel 0,05 sehingga mengindikasikan diantara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan pandangan
Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Hasil Tangkapan Ikan dengan Menggunakan Alat Tangkap Gillnet di Kelurahan Kampung Nelayan Nurcholifah, Nadilla; Akmal, Akmal; Hariski, M; H, Afriani; Idris, Nahri; Magwa, Rizky Janatul
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18062

Abstract

The dominant fishing gear operated by fishermen in Kampung Nelayan Village is a gillnet. Fishing with gillnets to be optimal needs to pay attention to the production factors used. The purpose of this study is to find out the factors that affect the production of fish catches using gillnets in Kampung Nelayan Village, Tungkal Ilir District, Tanjung Jabung Barat Regency. The method used in this research is a survey, a sampling method using purposive sampling based on the criteria, namely gillnet fishermen who use 0-5 GT boats and are still actively fishing with the number of samples used is 41 fishermen. The data analysis used is multiple linear regression. The results of the study show that cumulatively all the factors used have a significant influence on the production of catches, but partially the factors that affect the production of fish catches using gillnet fishing equipment are only the length of the net, the height of the net, the size of the net and the distance of the fishing area, while the strength of the machine and the length of soaking the net do not have a significant influence on the production of fish catches with using gillnet fishing gear in the Kampung Nelayan Village.