Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil tangkapan bubu kawat menggunakan dua jenis umpan, yaitu kelapa sawit dan ampas kelapa, di Danau Kelari, Muaro Jambi. Penelitian dilakukan selama 20 hari dengan dua perlakuan dan total 20 kali pengulangan. Setiap perlakuan menggunakan 10 unit bubu yang dipasang secara acak. Parameter yang diamati meliputi jenis ikan, jumlah dan berat tangkapan, serta frekuensi kemunculan ikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh spesies ikan yang tertangkap, yaitu Nilem, Kapiat, Sebarau, Tembakang, Gabus, Sepat, dan Baung. Ikan Nilem merupakan jenis yang paling banyak tertangkap pada kedua jenis umpan, sedangkan ikan Gabus menjadi tangkapan terendah. Secara statistik, perbedaan jumlah dan berat tangkapan antara kedua umpan tidak menunjukkan perbedaan nyata (P>0,05), meskipun ampas kelapa menghasilkan jumlah tangkapan sedikit lebih tinggi. Parameter perairan seperti suhu, pH, dan kedalaman berada pada kisaran optimal bagi ikan air tawar, sehingga mendukung aktivitas penangkapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua umpan dapat digunakan secara efektif, namun kelapa sawit memberikan hasil yang lebih stabil bagi nelayan di Danau Kelari.
Copyrights © 2025