Psikosis terkait penggunaan metamfetamin merupakan kondisi neuropsikiatri yang dapat berkembang menjadi psikosis persisten dan menyerupai gangguan spektrum skizofrenia, terutama pada penggunaan kronik yang disertai berbagai faktor komorbid. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan perjalanan klinis psikosis persisten yang berkaitan dengan penggunaan metamfetamin kronik dengan komorbid judi patologis dan sindrom metabolik, serta membahas mekanisme yang mendasari interaksi kompleks tersebut. Seorang laki-laki dewasa dibawa ke rumah sakit jiwa dengan keluhan utama perilaku agresif, agitasi berat, halusinasi auditorik persisten, dan waham persekutorik. Pasien memiliki riwayat penggunaan metamfetamin selama kurang lebih lima tahun dengan kekambuhan gejala psikotik meskipun sempat menjalani rehabilitasi, disertai perilaku judi patologis yang berdampak signifikan pada fungsi sosial dan pekerjaan. Pemeriksaan klinis menunjukkan psikosis aktif dengan tilikan buruk dan skor PANSS-EC yang tinggi. Selain gangguan psikiatri, pasien memiliki komorbid medis berupa diabetes melitus tipe 2, hipertensi tidak terkontrol hingga krisis hipertensi, serta riwayat infark miokard. Penatalaksanaan dilakukan secara multidisipliner meliputi terapi antipsikotik, benzodiazepin, serta pengendalian komorbid metabolik dan kardiovaskular. Diskusi menyoroti bahwa paparan metamfetamin kronik dapat memicu perubahan neurobiologis jangka panjang melalui disfungsi sistem dopaminergik dan glutamatergik, sementara judi patologis mencerminkan gangguan sistem reward yang saling tumpang tindih. Selain itu, sindrom metabolik dan hipertensi berperan sebagai faktor inflamasi dan vaskular yang dapat memperberat serta mempertahankan psikosis persisten melalui disfungsi vaskular serebral dan neuroinflamasi. Laporan kasus ini menegaskan bahwa psikosis terkait metamfetamin tidak selalu bersifat reversibel dan memerlukan pendekatan klinis terpadu yang mencakup manajemen psikosis, rehabilitasi adiksi, serta pengendalian komorbid metabolik dan kardiovaskular untuk memperbaiki prognosis jangka panjang.
Copyrights © 2025