Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis yang diterapkan oleh Forget Diet Kitchen, sebuah UMKM di sektor kuliner, dalam upaya mengoptimalkan proses produksi untuk mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi, memaksimalkan profit, serta meminimalkan biaya. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, UMKM seperti Forget Diet Kitchen harus mengadopsi strategi yang tepat untuk bertahan dan berkembang, khususnya dalam mengelola sumber daya yang terbatas secara efisien dan inovatif. Optimalisasi proses produksi merupakan langkah penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan.Penelitian ini memfokuskan pada tiga aspek utama: pengelolaan sumber daya, efisiensi operasional, dan inovasi produk, yang diintegrasikan untuk meminimalkan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas produk, serta memaksimalkan keuntungan melalui peningkatan kapasitas produksi dan diferensiasi produk. Menurut Porter (1985), strategi kompetitif yang efektif harus berfokus pada diferensiasi produk untuk menciptakan nilai unik di pasar, disertai dengan pengurangan biaya yang signifikan. Penelitian ini juga mendukung temuan dari Ratnasari dan Tanjung (2020), yang menunjukkan pentingnya adopsi teknologi dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi limbah, yang secara langsung berdampak pada penghematan biaya dan peningkatan profitabilitas.Dengan pendekatan ini, Forget Diet Kitchen diharapkan dapat mengidentifikasi peluang untuk mengoptimalkan setiap tahap dalam rantai produksi, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk akhir, sehingga memungkinkan mereka untuk mencapai efisiensi biaya yang lebih tinggi.
Copyrights © 2025