Madani: Multidisciplinary Scientific Journal
Vol 2, No 12 (2025): Januari

Perilaku Androgini Tokoh Bu Suci Dalam Novel Pertemuan Dua Hati Karya Nh. Dini

Rafiqi, Rezatama Fauzan (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2024

Abstract

Karakter seksual yang dimiliki laki-laki dan perempuan dapat disebut dengan istilah androgini. Karakter yang bercampur antara maskulin dengan feminin akan mengacu pada istilah androgini. Istilah feminin dan maskulin sendiri sudah kita kenal di dalam ilmu psikologi. Pada tahun 1974, seorang psikolog bernama Sandra Bem yang berasal dari Universitas Stanford telah mengembangkan konsep androgini. Seseorang yang memiliki angka yang tinggi pada sifat feminin dan angka yang rendah pada sifat maskulin, individunya disebut dengan feminin, sedangkan seseorang yang memiliki angka yang tinggi pada sifat maskulin dan angka yang rendah pada sifat feminin, maka individunya disebut dengan maskulin. Androgini yang ada pada cerita, dongeng, atau kisah, sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, hal tersebut sangat menarik perhatian para sastrawan di zaman tersebut. Dalam lingkup masyarakat Indonesia, istilah androgini sendiri masih terbilang cukup asing di telinga mereka. Salah satu novel yang akan dibahas kali ini berjudul Pertemuan Dua Hati karya Nh. Dini, dengan pembahasannya mengenai perilaku androgini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan serta mengetahui bagaimana dan apa saja perilaku androgini pada tokoh Bu Suci dalam novel Pertemuan Dua Hati karya Nh. Dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif yang diharapkan dapat mendeskripsikan serta menganalisis antar unsur cerita dengan memberikan kutipan dan data yang terdapat dalam novel Pertemuan Dua Hati. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat 5 sifat dari tokoh Bu Suci yang menggambarkan manifestasi sifat feminin, dan terdapat 3 sifat yang menggambarkan manifestasi sifat maskulin. Berdasarkan hasil tersebut, telah terbukti bahwa manifestasi sifat feminin yang ditunjukkan oleh tokoh Bu Suci lebih banyak jumlahnya daripada manifestasi sifat maskulin.

Copyrights © 2025