Gaya hidup sedentari masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemui di kalangan remaja, terutama akibat meningkatnya penggunaan gawai dan berkurangnya minat terhadap aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana bahasa inspiratif yang digunakan guru PJOK dapat memengaruhi motivasi serta perilaku aktivitas fisik siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 37 remaja berusia 14–19 tahun. Instrumen terdiri dari 15 pernyataan yang mencakup kebiasaan sedentari, pemahaman risiko kesehatan, serta pengaruh komunikasi guru PJOK. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kecenderungan sedentari pada responden masih cukup tinggi, terutama pada kebiasaan duduk lama dan penggunaan gawai. Meskipun demikian, tingkat pemahaman mereka mengenai dampak negatif gaya hidup sedentari tergolong baik. Temuan penting lainnya adalah kuatnya pengaruh bahasa guru PJOK dalam membangkitkan motivasi siswa. Mayoritas responden menyatakan bahwa arahan, contoh, dan penggunaan bahasa yang memotivasi dari guru membuat mereka lebih bersemangat berolahraga dan mulai mengurangi kebiasaan pasif. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang inspiratif dari guru PJOK tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga berperan dalam mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih aktif.
Copyrights © 2026