PT. XYZ merupakan perusahaan tambang emas yang membangun sistem underdrain untuk mengalirkan air permukaan melewati area waste dump. Seiring peningkatan elevasi timbunan, muncul rembesan dengan debit tinggi saat hujan (hingga ±8 L/s) dan tetap muncul pada musim kering (±1 L/s). Kondisi ini mengindikasikan muka airtanah telah mencapai permukaan, sehingga air keluar sebagai seepage yang berpotensi mengganggu kestabilan lereng serta menjadi jalur transport kontaminan. Uji tracer rhodamine tidak menunjukkan hasil pada area hilir, diduga akibat dilusi dan penjebakan pada kantong air bawah permukaan, sehingga diperlukan studi hidrogeologi dan hidrogeokimia untuk mengetahui sumber dan mekanisme rembesan. Penelitian ini mengintegrasikan pengukuran fisika-kimia in situ dan analisis laboratorium terhadap sampel airtanah, air permukaan, dan air hujan. Analisis ion utama dan logam terlarut dilakukan menggunakan IC dan ICP-MS, sedangkan isotop stabil δ²H–δ¹⁸O dan δ¹³C dianalisis dengan Picarro Analyzer serta IRMS. Hasil plot pada diagram Piper menunjukkan dua fasies air, yaitu Ca-SO₄ dan Ca-HCO₃. Data isotop mendukung bahwa rembesan berasal dari interaksi airtanah dangkal dan air permukaan yang meresap melalui zona permeabel. Model konseptual aliran bawah permukaan berhasil menggambarkan jalur rembesan potensial, dan penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem drainase, kontrol infiltrasi, serta optimalisasi underdrain sebagai mitigasi.
Copyrights © 2026