PT Adaro Indonesia merupakan sebuah perusahaan tambang batubara dengan target produksi yang besar dan terus meningkat. Pertumbuhan produksi ini menghasilkan peningkatan volume tanah penutup yang harus dibongkar dan ditimbun. Namun, masalah yang dihadapi adalah keberadaan lumpur dalam jumlah besar di lapisan dasar disposal, yang dapat menyebabkan penurunan muka tanah pada area disposal tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis subsidence yang terjadi pada disposal di area Sump Batutegi dan pengaruhnya terhadap faktor keamanan disposal. Analisis dilakukan dengan Metode Kesetimbangan Batas berupa Metode Bishop dan Janbu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidence rata-rata sekitar 2,34 cm, dengan faktor keamanan sebelum subsidence berkisar antara 1,78984 hingga 1,81830, bergantung pada metode yang digunakan. Setelah subsidence, faktor keamanan mengalami penurunan tetapi tidak signifikan. Dari ketiga metode, pengaruh subsidence terhadap faktor keamanan pada disposal berkisar antara 35,52% hingga 38,38%. Selain itu, trendline menunjukkan bahwa semakin besar subsidence, maka faktor keamanan akan semakin kecil.
Copyrights © 2025