Penelitian ini menganalisis pengaruh pola penataan bangunan terhadap kualitas akustik lingkungan di Kecamatan Marisa. Dua pola permukiman, yaitu kluster dan grid, dibandingkan menggunakan simulasi penyebaran suara melalui Autodesk Ecotect Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kluster menyebabkan konsentrasi kebisingan tinggi pada rumah yang berada dekat sumber suara, dengan dominasi suara langsung dan pantulan lokal. Sebaliknya, pola grid menghasilkan penyebaran suara yang lebih linear dan merata sepanjang jalur jalan, sehingga intensitas suara pada satu titik lebih rendah, namun jangkauan kebisingan lebih luas. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pola kluster lebih mampu membatasi sebaran suara pada area tertentu, sementara pola grid memerlukan strategi tambahan untuk mengendalikan kebisingan kawasan. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek akustik dalam perencanaan tata bangunan untuk meningkatkan kenyamanan hunian.
Copyrights © 2025