Pecandu narkoba sering kali mengalami konflik batin antara keinginan untuk berhenti dan kebutuhan untuk terus menggunakan narkoba, hal ini biasa disebut sebagai ambivalensi. Ambivalensi merupakan kondisi emosional yang sering dialami oleh pecandu narkoba, di mana individu merasa bimbang antara rasa ingin untuk berhenti dari menggunakan narkoba dan keinginan untuk terus menggunakan narkoba. Kondisi ini sering menjadi hambatan dalam proses rehabilitasi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan motivational interviewing (MI) dalam membantu pecandu mengatasi ambivalensi mereka. Dengan pendekatan konseptual, artikel ini memaparkan teori dasar MI, strategi penerapan, serta efektivitasnya dalam menciptakan perubahan perilaku. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa MI efektif untuk meningkatkan motivasi intrinsik individu melalui percakapan kolaboratif, empati, dan dukungan terhadap otonomi klien. Dengan demikian, MI dapat menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam layanan konseling di lembaga rehabilitasi adiksi.
Copyrights © 2025