Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pembentukan makna hidup pada mahasiswa perantau di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menggunakan kerangka logoterapi Viktor Frankl. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA) dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga mahasiswa rantau yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan mengaktualisasikan lima aspek utama logoterapi, yaitu kebebasan berkehendak, kehendak untuk hidup bermakna, makna hidup, adaptasi dan dukungan sosial, serta refleksi dan harapan. Secara empiris, kebebasan berkehendak tampak pada keputusan sadar partisipan dalam memilih studi dan mengelola tantangan hidup di perantauan. Kehendak untuk hidup bermakna terwujud melalui tujuan personal yang berorientasi pada kontribusi sosial, pengembangan diri, dan nilai kebermanfaatan. Makna hidup terbentuk melalui pengalaman konkret seperti kemandirian, relasi sosial, serta pemaknaan atas peristiwa kehilangan dan kesulitan hidup. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang memperkuat ketahanan psikologis, sementara refleksi dan harapan menjadi sumber motivasi dalam memaknai masa depan secara positif. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kajian logoterapi dalam konteks pendidikan tinggi serta menjadi dasar aplikatif bagi layanan bimbingan dan konseling untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa perantau.
Copyrights © 2025