This study aims to analyze the relationship between boredom proneness and problematic smartphone use in early adulthood from Generation Z. As a generation that is highly connected to technology, smartphone use in this generation has become an important part of daily life, but it can also lead to dependency and other negative impacts. This study used a quantitative method with a correlational design, involving 300 student respondents from various universities in Indonesia. The results of the regression analysis showed that Boredom Proneness did not have a significant effect on Problematic Smartphone Use (p = 0.612, R² = 0.001). The very weak correlation (r = -0.029) also confirmed the absence of a statistically significant relationship. This indicates that only 0.1% of the variation in PSU is explained by boredom proneness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecenderungan kebosanan (boredom proneness) dengan penggunaan smartphone yang bermasalah (problematic smartphone use) pada dewasa awal dari generasi Z. Sebagai generasi yang sangat terhubung dengan teknologi, penggunaan smartphone pada generasi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dapat menyebabkan ketergantungan dan dampak negatif lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 300 responden mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Boredom Proneness tidak berpengaruh signifikan terhadap Problematic Smartphone Use (p = 0.612, R² = 0.001). Korelasi yang sangat lemah (r = -0.029) juga menegaskan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Ini mengindikasikan bahwa hanya 0.1% variasi PSU yang dijelaskan oleh boredom proneness.
Copyrights © 2025