Konsep yang dipilih pada Desa Tambong adalah dengan penumbuhan dan pemanfaatan pekarangan rumah warga untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dengan mendorong masyarakat untuk menanam sayur-sayuran dalam pot atau polibag di rak tanaman. Problem yang dihadapi kelompok mitra Pemerintah Desa Tambong berdasarkan hasil koordinasi di lapangan serta identifikasi dengan kelompok mitra diuraikan sebagai berikut: Warga Desa Tambong tidak memiliki keterampilan yang cukup, terutama dalam budidaya tanaman hortikultura dalam pot secara berkelanjutan karena mereka kekurangan pengetahuan dan keterampilan teknologi. Proses penyiraman pada budidaya tanaman masih secara manual dan membutuhkan waktu lama sehingga menghabiskan banyak biaya perawatan yang menyebabkan warga desa enggan untuk merawat tanaman hortikultura masyarakat. Tim pengabdian masyarakat dan kelompok mitra merumuskan masalah utama yang akan dihadapi dan menemukan solusi berdasarkan tingkat pengetahuan mereka, baik pengelola lahan workshop, warga desa dan kemampuan kedua belah pihak. Adapun fokus penanganan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu: Perumusan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra ini menjadi modal utama dalam proses pelaksanaan kegiatan, termasuk perencanaan, pelaksanaan monitoring, dan evaluasi. Aplikasi sistem irigasi tetes bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat Desa Tambong dalam menerapkan teknologi tepat guna melalui sistem irigasi tetes pada budidaya tanaman hortikultura di pekarangan rumah, untuk mendukung efisiensi penggunaan air, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan ketahanan pangan keluarga. Program monitoring dan evaluasi kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap enam bulan untuk menilai tingkat keberhasilan penerapan teknologi irigasi tetes berdasarkan efektivitas sistem penyiraman, peningkatan keterampilan masyarakat, serta keberlanjutan pemanfaatannya dalam budidaya hortikultura di Desa Tambong.
Copyrights © 2025