Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Teknologi Mesin CNC Ukir/Router untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis terhadap Produk Kerajinan dari Limbah Kayu Kelapa pada Kelompok UKM Desa Labanasem, Kabupaten Banyuwangi Anam, Chairul; Nur, Kurniawan Muhammad; Muzaka, Khairul; Wicaksono, Driyanto Wahyu
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2024.v8i1.5267

Abstract

Banyuwangi merupakan daerah pesisir di dominasi pohon kelapa, salah satu manfaat dibuat untuk bahan baku kerajinan. Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah UKM kerajinan berbahan kayu kelapa. Di antara produk yang dihasilkan adalah cobek, ulek, tempat tisu dan lain-lain. Produk kerajinan ini merupakan produk unggulan karena sudah ada sejak tahun 1980. Hasil produk kerajinan masih dipasarkan tingkat lokal sehingga dari segi harga masih tergolong murah. Tingkat permintaan produk ini  cukup tinggi terbukti produksi terus meningkat dari setiap tahunnya. Peningkatan taraf ekonomi perajin masih belum signifikan salah satu penyebab karena penjualan masih di tingkat lokal sehingga mendapatkan keuntungan sedikit. Terobosan teknologi untuk meningkatkan nilai ekonomis adalah dibuat inovasi sebagai pengembangan estetika dan branding dengan menggunakan mesin CNC router atau ukir. Mesin ini berfungsi membuat seni ukir sehingga tampilan produk lebih bagus dan branding akan lebih dikenal pasar lebih luas. Mesin CNC ukir ini bekerja sesuai perintah program sehingga hasil produk yang bernilai seni estetika bisa menyesuaikan permintaan pasar.  Mesin ini dirancang sebaik mungkin sehingga pengerjaannya mudah, cepat, dan berkualitas sehingga bisa memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi yang pada akhirnya bisa meningkatkan nilai jual hasil kerajinan.
Aplikasi Sistem Irigasi Tetes pada Lahan Budidaya Hortikultura di Desa Tambong Aji, Ardito Atmaka; Wicaksono, Driyanto Wahyu; Nur, Kurniawan Muhammad
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 2 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i2.6528

Abstract

Konsep yang dipilih pada Desa Tambong adalah dengan penumbuhan dan pemanfaatan pekarangan rumah warga untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dengan mendorong masyarakat untuk menanam sayur-sayuran dalam pot atau polibag di rak tanaman. Problem yang dihadapi kelompok mitra Pemerintah Desa Tambong berdasarkan hasil koordinasi di lapangan serta identifikasi dengan kelompok mitra diuraikan sebagai berikut: Warga Desa Tambong tidak memiliki keterampilan yang cukup, terutama dalam budidaya tanaman hortikultura dalam pot secara berkelanjutan karena mereka kekurangan pengetahuan dan keterampilan teknologi. Proses penyiraman pada budidaya tanaman masih secara manual dan membutuhkan waktu lama sehingga menghabiskan banyak biaya perawatan yang menyebabkan warga desa enggan untuk merawat tanaman hortikultura masyarakat. Tim pengabdian masyarakat dan kelompok mitra merumuskan masalah utama yang akan dihadapi dan menemukan solusi berdasarkan tingkat pengetahuan mereka, baik pengelola lahan workshop, warga desa dan kemampuan kedua belah pihak. Adapun fokus penanganan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu: Perumusan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra ini menjadi modal utama dalam proses pelaksanaan kegiatan, termasuk perencanaan, pelaksanaan monitoring, dan evaluasi. Aplikasi sistem irigasi tetes bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat Desa Tambong dalam menerapkan teknologi tepat guna melalui sistem irigasi tetes pada budidaya tanaman hortikultura di pekarangan rumah, untuk mendukung efisiensi penggunaan air, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan ketahanan pangan keluarga. Program monitoring dan evaluasi kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap enam bulan untuk menilai tingkat keberhasilan penerapan teknologi irigasi tetes berdasarkan efektivitas sistem penyiraman, peningkatan keterampilan masyarakat, serta keberlanjutan pemanfaatannya dalam budidaya hortikultura di Desa Tambong.
PENERAPAN ECO-INNOVATION PADA LIMBAH SABUT KELAPA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PANGAN KELOMPOK TANI DIPOREJO Rusti, Nanda; Widakdo, Danang S. W. P. J.; Nur, Kurniawan Muhammad; Alfiyah, Nurul; Wardana, Aditya; Syaina, Nike; Azizam, Wahyu Farhan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66739

Abstract

One of the villages that produces the most coconuts in Kabat District, Banyuwangi Regency, is Kedayunan Village. This village produces coconut-derived products such as copra and coconut kernels, with a plantation area of 187 ha and a production of 298.5 tons in 2024. One of the farmer groups that produces large quantities of coconut kernels and copra in Kedayunan Village is the Diporejo Farmer Group. The coconut processing activities generate abundant coconut fiber waste. This waste requires further processing so that it can be transformed into a high-value product, helping to improve environmental health, promote economic growth, and support food independence for farmer groups. The large amount of coconut fiber waste generated by the partners requires further processing into an eco-innovation product. This waste can contribute to the development of a sustainable green economy by reducing environmental waste and enhancing food security. The coconut fiber waste will be processed into cocopeat to be used as a growing medium for chili seedlings because all members of the Diporejo Farmer Group intercrop chili plants within their coconut plantations. However, the partners still depend on commercially available chili seedlings, which they consider relatively expensive. Cocopeat was chosen as a seedling medium because it is an organic growing medium with excellent water- and nutrient-retention capacity, and it contains essential nutrients that support the seedling process better than many other seedling media. Desa Kedayunan merupakan penghasil kelapa terbanyak di Kabupaten Banyuwangi. Desa ini membuat produk turunan kelapa menjadi kopra dan kelapa butir dengan luas lahan sebesar 187 ha dengan produksi sebesar 298,5 ton pada tahun 2024. Salah satu kelompok tani yang mampu menghasilkan banyak kelapa butir dan kopra di Desa Kedayunan adalah Kelompok Tani Diporejo.  Hasil dari olahan kelapa tersebut menyisakan limbah sabut kelapa yang melimpah. Limbah tersebut jika tidak dikelola akan menyebabkan penumpukan sampah, merusak estetika lingkungan, timbul bau busuk, dan menimbulkan sarang nyamuk serta penyakit. Adanya hal tersebut, maka perlu adanya pengolahan lebih lanjut agar limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi, membantu meningkatkan kesehatan lingkungan, dan kemandirian pangan bagi kelompok tani. Oleh karena itu, maka dibutuhkan sosialisasi dan pelatihan tentang pengolahan limbah sabut kelapa lebih lanjut sebagai produk eco-innovation. Limbah tersebut nantinya, dapat membawa sebuah kemajuan menuju ekonomi hijau berkelanjutan, dengan mengurangi limbah pada lingkungan, dapat meningkatkan ketahanan pangan. Pengolahan limbah sabut kelapa akan dibuat menjadi cocopeat sebagai bahan media semai bibit cabai, karena ditemukan bahwa seluruh anggota kelompok tani Diporejo pada kebun kelapanya ditumpangsarikan dengan tanaman cabai, akan tetapi mitra dalam memenuhi kebutuhan bibit cabai masih tergantung dengan pasar, dan mitra juga merasa bahwa bibit yang ada di pasaran cukup mahal. Hasil dari kegiatan ini Kelompok Tani Diporejo mampu membuat media semai dari bahan cocopeat dan tidak hanya itu, kelompok tani juga mampu secara mandiri membenihkan bibit cabai tanpa harus membeli ke pasar. Adanya hal tersebut kelompok tani mampu memproduksi pangan mandiri khususnya untuk komoditas cabai.