Depresi pascapersalinan masih menjadi masalah kesehatan mental dengan prevalensi global 10–20%. Kondisi ini berdampak pada kesejahteraan ibu, tumbuh kembang anak, serta keharmonisan keluarga. Rendahnya literasi kesehatan mental dan minimnya deteksi dini di tingkat komunitas menyebabkan banyak kasus tidak teridentifikasi. Program Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Mental Ibu (GEMAPI) dikembangkan sebagai upaya meningkatkan peran keluarga dan kader PKK dalam pencegahan PPD melalui literasi, deteksi dini, serta akses rujukan. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Aurkenali, Kota Jambi pada Juli–Agustus 2025, melibatkan 30 ibu hamil/nifas dan 15 kader PKK. Intervensi meliputi penyuluhan literasi kesehatan mental, pelatihan skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale dan Whooley Questions, simulasi jejaring rujukan, serta pembentukan komunitas dukungan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test literasi serta observasi praktik kader dalam melakukan skrining. Terdapat peningkatan signifikan literasi kesehatan mental ibu, dengan kategori “baik” naik dari 20% menjadi 70%, serta penurunan kategori “kurang” dari 33,3% menjadi 0%. Keterampilan kader juga meningkat, ditunjukkan dengan 93,3% kader mampu menggunakan EPDS, 100% menggunakan Whooley, dan 86,7% mampu melakukan rujukan sesuai SOP. Selain itu, ibu yang sebelumnya cenderung menolak membicarakan masalah emosional menjadi lebih terbuka, memahami gejala, serta bersedia mencari bantuan profesional. Terbentuk pula Komunitas Peduli Kesehatan Mental Ibu (KPMI) sebagai wadah dukungan sebaya.Program GEMAPI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi, keterampilan kader, dan jejaring rujukan berbasis komunitas. Keterlibatan keluarga dan kader sebagai ujung tombak terbukti memperkuat pencegahan depresi pascapersalinan.
Copyrights © 2026